Pagelaran Anak Panca Sora Pertama di Indonesia, Partisipasi Anak dalam Musrenbang Kota melalui Seni Budaya

Bandung, 03 Maret 2024. Save the Children Indonesia melalui program GENPEACE bekerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemerintah Kota Bandung dan Saung Angklung Udjo menciptakan model alternatif integrasi suara anak melalui pendekatan seni budaya, dengan tujuan agar musyawarah perencanaan pembangunan kota lebih ramah anak.

Didukung oleh Seni Bergerak untuk Perdamaian (PETA) – Universitas Lincoln dan Universitas King London, Save the Children mendampingi tiga puluh anak selama tujuh bulan untuk menggali permasalahan yang dihadapi anak di Kota Bandung, serta gagasan yang ingin disuarakan melalui Musrenbang Kota Bandung. Anak – Anak yang terlibat merupakan gabungan dari Forum Anak Kota Bandung serta 8 kelompok anak lainnya di Kota Bandung.

“Partisipasi anak yang bermakna menjadi kunci keberhasilan Pembangunan Kota / Kabupaten yang Layak Anak. Suara anak harus menjadi tumpuan dan dasar bagaimana sebuah Kota dapat berupaya memenuhi hak-hak anak. Melalui program GENPEACE, kami menciptakan model alternatif harmonisasi suara anak melalui seni budaya dengan tujuan agar Musrenbang Kota dapat lebih ramah anak.” Jelas Tata Sudrajat / Interim Chief Advocacy, Campaign, Communication & Media – Save the Children Indonesia

Partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan merupakan salah satu Forum Anak yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) No. 18 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Forum Anak yang telah diubah dengan Peraturan Menteri PPPA No. 1 Tahun 2022. Pada tahun 2022, Save the Children pun ikut mendukung Kementerian PPPA RI dalam mengembangkan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Partisipasi Anak dalam Proses Pembangunan Daerah melalui Forum Anak.

Rangkaian kegiatan Pagelaran Anak Panca Sora yang telah dilaksanakan sejak Bulan Juni 2023, Merujuk pada tahapan partisipasi anak dalam proses pembangunan yang diatur Petunjuk Teknis tersebut.

Istilah Panca Sora muncul dari ide kreativitas anak, Panca diartikan sebagai Lima klaster hak anak dimana anak-anak menyampaikan isu/permasalahan serta harapan terkait klaster-klaster tersebut, sementara Sora diartikan sebagai suara anak yang disajikan secara kreatif melalui pertunjukan seni budaya. Suara anak dikemas dalam berbagai bentuk karya seni budaya seperti lagu original, festival/helaran, tari tradisional, wayang golek, angklung masal, dan kabaret. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang menciptakan pendekatan baru partisipasi anak dalam perencanaan pembangunan yang lebih ramah anak.

“Setelah melakukan diskusi dengan teman-teman kami melihat bahwa isu perundungan dan perkawinan anak masih tinggi di Kota Bandung. Oleh karena itu untuk mengangkat isu ini kami mengemasnya dalam bentuk kabaret. Kami juga membuat lagu untuk menyuarakan isu anak di 5 klaster, harapannya pemerintah dapat menangkap maskud yang ingin kami sampaikan lewat seni dan budaya yang kami tampilkan, tidak berhenti disitu saja tapi mempertimbangkan, dan membentuk suatu regulasi dengan 5 klaster yang kami suarakan.” Jelas Salma / 20 tahun / Perwakilan kelompok orang muda yang tergabung dalam Program GenPeace

Setiap tahun, dalam upaya menyediakan hak partisipasi anak, Pemerintah Kota Bandung telah melibatkan anak dalam proses perencanaan pembangunan dengan memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan suara anak pada kegiatan Musrenbang.

Saat ini sejarah baru pun tercipta berkat kolaborasi antara kelompok anak, pelaku seni budaya, organisasi perlindungan anak, dan pemerintah. Menciptakan pendekatan baru dalam perencanaan pembangunan, dimana anak-anak dilibatkan, bukan dengan cara-cara orang dewasa, melainkan dengan seni budaya yang sangat dekat dengan anak-anak. Anak-anak tentu saja diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan dapat menjadi subjek pembangunan".  jelas Bambang Tirtoyuliono / Pejabat Walikota Bandung  

Kota Bandung juga telah mendeklarasikan diri sebagai “Kota Angklung” pada tahun 2022, menjadi dasar dipilihnya Kota Bandung sebagai kota yang memelopori penggunaan seni budaya dalam melibatkan anak pada proses perencanaan pembangunan. Praktik baik yang dilakukan oleh Save the Children Indonesia bersama Pemerintah Kota Bandung ini, berpotensi untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dan disesuaikan oleh pemerintah lainnya mengingat proses perencanaan pembangunan yang dilakukan pemerintah setiap tahun dan dilakukan oleh pemerintah mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional.

Kami berharap, apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dan Save the Children Indonesia dalam mewujudkan hak anak untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan melalui pendekatan seni budaya yang lebih ramah anak, dapat diikuti oleh pemerintah di wilayah lainnya”. Jelas Pribudiarta Nur Sitepu / Wakil Menteri Bidang Pemenuhan Hak Anak  – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Selesai.

Tentang Selamatkan Anak Indonesia

Save the Children percaya setiap anak berhak mendapatkan masa depan. Di Indonesia dan di seluruh dunia, Save the Children melakukan apapun yang harus dilakukan—setiap hari dan saat krisis—agar anak-anak mendapatkan hak atas hidup yang sehat, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan. Pakar kami pergi ke tempat yang paling sulit dijangkau di mana sangat sulit untuk menjadi anak-anak. Save the Children memastikan kebutuhan unik anak-anak terpenuhi dan suara mereka didengarkan. Bersama anak-anak, keluarga dan masyarakat, serta pendukung di seluruh dunia, kami mencapai hasil berkelanjutan untuk jutaan anak. Dengan pengalaman lebih dari 100 tahun, kami adalah yang pertama dan terkemuka di dunia organisasi independen untuk menyediakan hak anak—mengubah kehidupan dan masa depan kita bersama

Laman ini Pagelaran Anak Panca Sora Pertama di Indonesia, Partisipasi Anak dalam Musrenbang Kota melalui Seni Budaya terbit pertama kali di Selamatkan Anak Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *