MagiFarm dan New Energy Nexus Mengadakan Acara Inspiratif Mengenai Pengelolaan Sampah Organik dengan Black Soldier Fly

New Energy Nexus (NEX) Indonesia dan MagiFarm menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Kelola Sampah Organik Secara Cerdas dengan BSF” Kamis (17/04/2025).
Acara yang berlatar belakang Pura Bali yang dikelilingi pepohonan hijau nan rimbun dan simbolisme budaya ini menandai dimulainya rangkaian Lokakarya Kewirausahaan & Inovasi Iklim di bawah program Matangi Bali yang lebih luas – sebuah gerakan yang berakar pada filosofi Bali tentang kebangkitan (“Matangi”) dan menghidupkan kembali harmoni antara manusia dan alam.
Dihadiri oleh beragam peserta – mulai dari praktisi keberlanjutan hingga warga yang peduli dan perwakilan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (Denpasar), SRE Universitas Udayana, dan organisasi berbasis masyarakat lainnya, lokakarya ini mengkaji isu yang semakin mendesak: masalah sampah organik yang terus meningkat di Bali.
Inti dari diskusi ini adalah pendekatan terobosan MagiFarm, yang memanfaatkan Black Soldier Flies (BSF) untuk mengubah sampah organik menjadi kompos dan pakan ternak berkualitas tinggi. Ima Rida, salah satu pendiri MagiFarm, membuka sesi dengan berbagi kisah awal mula mereka – sebuah refleksi jujur ​​tentang realitas membangun bisnis hijau di Bali, krisis sampah sistemik yang dihadapi pulau ini, dan potensi besar inovasi berkelanjutan yang didukung oleh ekosistem yang tepat.

“Saya pikir audiens akan tidak entusias,” kata Ima ketika kami wawancarai.

"Namun, para audiens benar-benar mengejutkan saya dengan pertanyaan-pertanyaan mereka - kritis, penuh rasa ingin tahu, dan sungguh terlibat. Hal itu membuat saya merenungkan bagaimana kita dapat terus meningkatkan MagiFarm."

Saat sesi beralih ke kunjungan langsung ke fasilitas MagiFarm, rasa ingin tahu berubah menjadi kekaguman. Para peserta menyaksikan langsung siklus hidup BSF – dari telur hingga larva – dan menyaksikan belatung melahap sampah dapur dengan cepat dalam hitungan menit.
Mereka yang cukup berani mengotori tangan mereka dengan memberi makan dan bahkan memegang langsung larva yang menggeliat. "Ini bukan hanya tentang belajar," ujar seorang peserta, "ini tentang terhubung kembali dengan alam, dengan sistem yang sering kita abaikan, dan dengan kekuatan solusi yang dipimpin masyarakat."
Acara ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar di bawah program Matangi Bali – sebuah inisiatif yang diluncurkan oleh New Energy Nexus Indonesia pada tahun 2022 melalui Bali Women Climate Entrepreneur Project, dan didukung oleh koalisi yang mencakup CAST Foundation, IESR, WRI Indonesia, dan Climateworks Foundation.
Pada dasarnya, Matangi Bali berupaya membangun ekosistem kewirausahaan yang komprehensif – yang memadukan kearifan lokal, memberdayakan perempuan dan pemuda, serta mendorong inovasi lokal untuk mengatasi tantangan iklim dan energi di seluruh pulau.
"Kami berharap acara ini dapat menginspirasi para peserta dan memberikan wawasan langsung tentang isu sampah Bali dari perspektif para praktisi yang aktif bekerja di lapangan," ujar Kadek Alamsta, Program Associate Matangi Bali. "Kami sangat bangga melihat keberagaman di antara para peserta – baik dari segi gender, latar belakang, maupun keahlian."
Timing acara ini juga sungguh tepat. Pemerintah daerah Bali baru-baru ini mengeluarkan Peraturan Daerah (Pergub) yang secara khusus mendukung pengolahan sampah organik berbasis BSF – sesuatu yang diyakini Ima akan membuka jalan baru bagi MagiFarm dan perusahaan sejenisnya.
Sesi ini baru permulaan. Lokakarya-lokakarya lain dalam seri Lokakarya Kewirausahaan & Inovasi Iklim akan segera hadir. Untuk mendapatkan informasi terbaru tentang sesi-sesi mendatang, ikuti kanal digital New Energy Nexus Indonesia.
Bagikan artikel ini
Bagikan di facebook
Facebook
Bagikan di twitter
Twitter
Bagikan di linkedin
LinkedIn
Bagikan di whatsapp
Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *