{"id":2808,"date":"2024-05-28T06:16:06","date_gmt":"2024-05-28T06:16:06","guid":{"rendered":"https:\/\/berdayahub.com\/the-role-of-artificial-intelligence-in-adaptive-social-protection\/"},"modified":"2024-05-28T06:16:06","modified_gmt":"2024-05-28T06:16:06","slug":"the-role-of-artificial-intelligence-in-adaptive-social-protection","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/the-role-of-artificial-intelligence-in-adaptive-social-protection\/","title":{"rendered":"Peran Kecerdasan Buatan dalam Perlindungan Sosial Adaptif"},"content":{"rendered":"<p><span>Kemajuan teknologi yang pesat telah merevolusi mitigasi bencana, dan AI berada di garis depan dalam transformasi ini. Dengan kemampuannya yang tak tertandingi dalam memproses data dalam jumlah besar dan membedakan pola, tren, dan asosiasi, AI secara signifikan meningkatkan keakuratan algoritma prediktif (Ghaffarian et al., 2023).<\/span><\/p>\n<p><span>AI sangat penting dalam memprediksi bencana, mengurangi korban jiwa, dan memberikan masyarakat waktu yang cukup untuk bersiap. Misalnya, sejak tahun 2006, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia (<\/span><span>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika<\/span><span>\/BMKG) telah mengembangkan jaringan seismograf digital untuk mempercepat penyebaran informasi gempa dan tsunami. Misalnya saja pada tahun 2018 lalu, Banjarnegara diguncang gempa berkekuatan magnitudo 4,4 Richter dengan kedalaman empat kilometer. Untuk menambah informasi dan mendukung proses tanggap darurat, BMKG segera mengerahkan ke lapangan dengan memasang lima buah Seismograf Digital Portabel di episentrum (pusat gempa). BMKG juga telah mendirikan posko informasi gempa di Kecamatan Kalibening, Banjarnegara, untuk memberikan informasi terkini terkait gempa dan cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<\/span><span>Badan Nasional Penanggulangan Bencana<\/span><span>\/BNPB), <\/span><span>Badan Penanggulangan Bencana Daerah <\/span><span>(<\/span><span>Badan Penanggulangan Bencana Daerah<\/span><span>\/BPBD), Pemerintah Daerah, Relawan, dan masyarakat untuk memastikan kelancaran proses tanggap darurat (BMKG, 2018). BMKG (2019) menerapkan seismograf di lokasi lain antara lain Pasir Jambu, Bandung, dan Yogyakarta (Candi Abang), mengingat wilayah Yogyakarta sendiri mempunyai potensi gempa yang berasal dari sesar-sesar aktif seperti sesar dorong Opak dan zona subduksi (Indo-Australia). dan Lempeng Eurasia) di selatan Jawa, Gunung Kucir di Pegunungan Menoreh, dan Kulon Progo (BMKG, 2021), dan masih banyak lagi.\u00a0\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Data dan informasi merupakan landasan dari Perlindungan Sosial Adaptif (ASP). Indonesia telah menetapkan Satu Data Indonesia (<\/span><span>Satu Data Indonesia<\/span><span>\/SDI) sebagai kebijakan pengelolaan data pemerintah. Inisiatif ini bertujuan untuk menghasilkan data yang akurat, terkini, terintegrasi, dan akuntabel, serta mudah diakses dan dibagikan antara instansi pusat dan daerah. Pendaftaran sosial dapat berfungsi sebagai titik masuk untuk berbagai program ketika sudah dikembangkan sepenuhnya. Dengan menggunakan pencatatan sosial bersama atau terintegrasi, berbagai program dapat mengoordinasikan upaya mereka untuk menjangkau populasi sasaran secara efektif (Bowen dkk., 2020).<\/span><\/p>\n<p><span>Gambar 1. Gerbang untuk beberapa program pencatatan sosial<\/span><\/p>\n<p><span>Sumber: Penulis, 2024 (Diadaptasi dari Bowen et al., 2020 &amp; Bank Dunia, nd)<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span>Masyarakat memiliki berbagai tingkat kerentanan yang perlu ditangani, khususnya dalam bencana dan perubahan iklim. Berbagai penelitian menyoroti pentingnya model penilaian kerentanan (Sarachaga &amp; Espino, 2019; Aswani et al., 2019; Hizbaron et al., 2018). Model ini membantu mengidentifikasi komunitas rentan berdasarkan faktor ekonomi, demografi, psikologis, politik, dan fisik. Mengintegrasikan model penilaian kerentanan dengan data bahaya sebagai bagian dari sistem risiko bencana memastikan bahwa data mengenai masyarakat rentan tetap akurat, terkini, dan komprehensif. Sistem risiko bencana mencakup mekanisme peringatan dini dengan analisis data real-time, model prediktif, peringatan yang ditargetkan, dan perencanaan evakuasi.<\/span><\/p>\n<p><span>Mengenai implikasi penerapan AI di ASP, konsepnya sendiri bukanlah hal baru, namun rancangan program dan alokasi anggaran memerlukan beberapa penyesuaian. Banyak faktor yang harus diperhatikan, seperti cakupan, relevansi, aksesibilitas, keakuratan, dan keamanan informasi (Syamsulhakim, 2023). Selain itu, sifat dinamis data kelompok rentan yang perlu terus diperbarui juga menimbulkan hambatan yang signifikan. Sistem pembiayaan baru juga penting dalam keberhasilan penerapannya. Pembiayaan berbasis perkiraan menyalurkan dana kemanusiaan berdasarkan informasi perkiraan dari kegiatan-kegiatan yang telah disepakati sebelumnya yang mengurangi risiko, meningkatkan kesiapsiagaan dan respons, dan membuat pengurangan risiko bencana dalam bantuan kemanusiaan secara keseluruhan menjadi lebih efektif, langkah-langkah yang dikembangkan oleh Federasi Internasional Palang Merah dan Merah Crescent Societies (IFRC) terdiri dari tahapan untuk mengimplementasikan pembiayaan berbasis perkiraan di ASP. Langkah-langkah ini meliputi pemahaman skenario risiko, mengidentifikasi prakiraan yang tersedia, merumuskan tindakan awal, mengidentifikasi tingkat bahaya, membuat prosedur atau pedoman operasi standar, dan memvalidasinya dengan pemangku kepentingan utama (Bantuan Kemanusiaan Jerman, 2023).\u00a0<\/span><\/p>\n\n<p><span>Gambar 2. Skema Implementasi Pembiayaan Berbasis Perkiraan<\/span><\/p>\n<p><span>Sumber: Penulis, 2024 (Diadaptasi dari German Humanitarian Assistance et al., 2023 &amp; Bwire, nd)<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span>Untuk mendukung aksi iklim Indonesia, mengintegrasikan AI ke dalam sistemnya akan membantu memitigasi risiko dan membantu masyarakat beradaptasi. AI dapat menganalisis data iklim untuk memprediksi pola cuaca, kondisi ekstrem, dan dampak sosial dan ekonomi dari perubahan iklim, termasuk perubahan curah hujan. Dengan informasi ini, para pembuat kebijakan dapat tetap mendapatkan informasi tentang ancaman seperti kenaikan permukaan air laut, gempa bumi, angin topan, fluktuasi suhu, perusakan habitat, dan hilangnya spesies, sehingga dapat melakukan penyesuaian (Xin et al., nd).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Temukan lebih lanjut di edisi Op-Ed Mei kami! Selami ASP Knowledge Hub Seri #2: Peran Kecerdasan Buatan dalam Perlindungan Sosial Adaptif dengan membaca Op-Ed kami<\/span><\/p>\n<p>https:\/\/bit.ly\/OpedASP2<\/p>\n<p>Pos <a href=\"https:\/\/rdi.or.id\/article-blog\/the-role-of-artificial-intelligence-in-adaptive-social-protection\/\">Peran Kecerdasan Buatan dalam Perlindungan Sosial Adaptif<\/a> muncul pertama kali pada <a href=\"https:\/\/rdi.or.id\/\">Inisiatif Pengembangan Ketahanan<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Technology\u2019s rapid advancement has revolutionised disaster mitigation, and AI is at the forefront of this transformation. With its unparalleled ability to process vast amounts of data and discern patterns, trends,&#8230;<\/p>","protected":false},"author":0,"featured_media":2809,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2808","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-impact-news"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2808","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2808"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2808\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2809"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2808"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2808"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2808"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}