{"id":2604,"date":"2024-05-02T05:48:50","date_gmt":"2024-05-02T05:48:50","guid":{"rendered":"https:\/\/berdayahub.com\/program-ccriw-membantu-warga-kabupaten-sumbawa-dan-manggarai-hadapi-perubahan-iklim\/"},"modified":"2024-05-02T05:48:50","modified_gmt":"2024-05-02T05:48:50","slug":"program-ccriw-membantu-warga-kabupaten-sumbawa-dan-manggarai-hadapi-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/program-ccriw-membantu-warga-kabupaten-sumbawa-dan-manggarai-hadapi-perubahan-iklim\/","title":{"rendered":"Program CCRIW Membantu Warga Kabupaten Sumbawa dan Manggarai Hadapi Perubahan Iklim"},"content":{"rendered":"<p>Perubahan iklim telah menjadi ancaman masyarakat global. Peralihan cuaca yang mencolok ini berdampak pada berkurangnya ketersediaan sumber daya udara, meningkatnya pencemaran udara, sanitasi, dan peningkatan polusi. Hampir seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak perubahan iklim. Tetapi beban lebih berat dirasakan oleh kelompok masyarakat yang termarjinalkan, terutama anak-anak, perempuan, dan orang dengan disabilitas.<\/p>\n<p>Dalam banyak aspek, perubahan iklim membatasi akses mereka terhadap air bersih, sanitasi layak, dan lingkungan yang sehat. Padahal mereka juga merupakan pengelola dan pengguna air. Oleh karena itu, pelibatan kaum perempuan dan kelompok disabilitas sangat penting dalam merumuskan kebijakan isu perubahan iklim. Prinsip-prinsip kesetaraan sosial ini wajib diterapkan dalam program udara, sanitasi, dan kebersihan yang inklusif.<\/p>\n<p>Baiq Hadijah, perempuan penyandang disabilitas fisik di Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengakui, selama ini mereka kurang dilibatkan dalam penyusunan kebijakan perubahan iklim.<\/p>\n<p>\u201cBanjir panas dan kekeringan semakin meningkat dalam beberapa bulan ini, penyandang disabilitas adalah salah satu yang terdampak dan paling tertinggal dalam isu ini (air dan sanitasi),\u201d kata Baiq Hadijah.<\/p>\n<p>Namun, melalui program Water for Women (WfW) yang dilaksanakan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia), penyandang disabilitas kini mendapat pemahaman tentang udara, sanitasi, dan dampak perubahan iklim. Mereka juga mulai dilibatkan dalam penyusunan kebijakan bersama intansi terkait.<\/p>\n<p>\u201cDi Sumbawa terutama di desa saya hampir sebagian besar membeli air atau antre mengambil air. Dengan keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan udara dan sanitasi (kami) diuntungkan dengan mendapatkan informasi tentang udara, sanitasi, dan perubahan iklim. Hingga age (saya) ini baru bersama Plan Indonesia saya terlibat dengan dinas terkait,\u201d Darmansyah, salah satu pengurus Himpunan Tuna Netra Sumbawa (Himatras).<\/p>\n<p>Pada tingkat desa, pemerintah juga membentuk Desa Peduli Iklim untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Kegiatan adaptasi perubahan iklim ini diharapkan menekan laju pemanasan global dari desa.<\/p>\n<h2>Pelaksanaan CCRIW di Sumbawa dan Manggarai<\/h2>\n<p>Untuk membantu warga mengatasi berbagai persoalan dampak perubahan iklim ini, terutama kaum marginal, Plan Indonesia melaksanakan berbagai kegiatan <em>Ketahanan Perubahan Iklim WASH yang Inklusif<\/em> (CCRIW). CCRIW merupakan <em>peralatan <\/em>yang dibuat oleh University Technology Sydney bersama Plan Indonesia. <em>Peralatan <\/em>ini diadaptasi dari metode untuk mendorong perubahan perilaku dalam pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dengan mempertimbangkan konsep adaptasi perubahan iklim, udara, sanitasi, dan kebersihan (WASH), isu gender, dan inklusi sosial.<\/p>\n<p>CCRIW menilai bagaimana perubahan iklim mempengaruhi layanan udara, sanitasi, dan kebersihan di pedesaan. Membantu memetakan sumber daya desa, serta rencana aksi dalam adaptasi dan mitigasi WASH. Sehingga diharapkan memperkuat Pedoman Penyelenggaraan Kampung Perubahan Iklim maupun Desa Sehat Iklim dari sisi STBM.<\/p>\n<p>Plan Indonesia mengadakan diskusi CCRIW di 96 desa dan kelurahan di 24 kecamatan di Kupang, Manggarai, dan Sumbawa. Kegiatan ini mendorong partisipasi masyarakat memetakan isu perubahan iklim dan dampaknya terhadap udara, sanitasi, dan kebersihan.<\/p>\n<p>Dengan <em>peralatan <\/em>CCRIW masyarakat memetakan bahaya perubahan iklim yang mungkin terjadi di suatu desa. Dampak perubahan iklim terhadap infrastruktur udara dan sanitasi. Serta mengetahui dampaknya terhadap kebersihan atau pencapaian pilar pilar STBM seperti Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.<\/p>\n<p>Selain memetakan bahaya iklim terhadap akses dan infrastruktur, masyarakat juga diajak berdiskusi tentang sumber daya apa yang dimiliki untuk menghadapi bahaya iklim, kemudian menyusun rencana aksi desa.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil pelaksanaan CCRIW, diketahui dampak perubahan iklim yang paling dirasakan berupa terganggunya akses ke beberapa fasilitas sanitasi untuk air, toilet, sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS), dan tempat sampah.<\/p>\n<p>Meski warga masih bisa mengakses sumber udara, namun mereka terancam pada beberapa konsekuensi. Seperti harus jarak yang jauh, sarana pendukung tidak memadai, waktu lebih untuk memenuhi kebutuhan, kurang nyaman (mengantre, kotor, tidak aman), dan adanya biaya lebih. Di sisi lain, kemampuan masyarakat terbatas untuk melakukan perbaikan, sehingga mereka lebih banyak menunggu bantuan pemerintah.<\/p>\n<p>Bencana iklim ini membatasi akses warga terhadap fasilitas udara dan sanitasi, baik dari aspek jarak, waktu, keamanan, dan infrastruktur. Bencana iklim juga mempengaruhi penggunaan fasilitas dari aspek keamanan, kenyamanan dan ketersediaan fasilitas pendukung, terutama pada kelompok perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.<\/p>\n<p>Kelompok disabilitas menjadi kelompok paling sulit mengakses fasilitas air dan sanitasi ketika terjadi bencana iklim, karena sebagian besar desa belum memiliki fasilitas sanitasi inklusif. Bencana iklim juga menambah beban sanitasi pekerjaan dan pengeluaran biaya rumah tangga bagi kelompok anak perempuan, perempuan dan laki-laki paruh baya.<\/p>\n<p>Beranjak dari permasalahan tersebut, melalui kegiatan CCRIW mengusulkan beberapa rekomendasi desa untuk ditindaklanjuti. Rekomendasi ini terbagi menjadi empat subsektor, yaitu subsektor udara, sanitasi, pengelolaan sampah, dan pengelolaan air limbah.<\/p>\n<p>Rekomendasi pada sub sektor udara berupa penyediaan sumber udara yang layak, perlindungan sumber udara yang ada, penambahan kapasitas pelindung udara (untuk mengatasi kekeringan), dan pemeliharaan jaringan bersih udara.<\/p>\n<p>Rekomendasi untuk sub sektor sanitasi adalah modifikasi sarana agar lebih tahan iklim, sarana perlindungan dari bahaya iklim (pembuatan tanggul, pemeliharaan rutin, perbaikan sarana yang rusak, reboisasi, penanaman mangrove), serta penyediaan sarana pendukung inklusif.<\/p>\n<p>Rekomendasi untuk pengelolaan sampah yaitu modifikasi Tempat Pengolahan Sampah (TPS) agar tahan terhadap banjir, sarana pengolah untuk menghindari penggelapan sampah, pengurangan sampah (pilah pilih sampah, Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R), pengolahan tingkat rumah tangga), gotong royong, edukasi, promosi.<\/p>\n<p>Terakhir, rekomendasi subsektor pengelolaan air limbah, diantaranya pemeliharaan saluran drainase (RT dan komunal), pembangunan saluran drainase baru (termasuk lubang resapan), gotong royong, edukasi, promosi kebersihan saluran drainase.<\/p>\n<p>Rekomendasi ini diimplementasikan dalam bentuk rencana aksi. Beberapa rencana aksi yang dilakukan di tingkat desa, diantaranya upaya adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim, baik terkait dengan udara, sanitasi, pengolahan sampah dan pengolahan limbah. Selain upaya adaptasi dan mitigasi, sebagian besar rencana aksi desa juga merekomendasikan fasilitas air dan sanitasi inklusif, sehingga memudahkan semua orang dapat mengakses fasilitas dengan mudah dalam kondisi apapun.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan CCRIW sangat membantu dan penting dilakukan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap perubahan iklim yang belum disebutkan saat ini, terutama untuk program prioritas STBM GESI, agar masyarakat dapat mengetahui dampak dan beradaptasi terhadap perubahan iklim tersebut dalam WASH,\u201d kata Anastasia C. Tamala Sanitarian Kabupaten Manggarai.<\/p>\n<p>Kegiatan CCRIW, kata Tamala, melibatkan semua kelompok umur serta para penyandang disabilitas. Melalui diskusi itu juga, pandangan masyarakat mulai terbuka terkait kesetaran sosial dan kesetaraan gender.<\/p>\n<p>Pos <a href=\"https:\/\/plan-international.or.id\/id\/berita-kami\/program-ccriw-membantu-warga-kabupaten-sumbawa-dan-manggarai-hadapi-perubahan-iklim\/\">Program CCRIW Membantu Warga Kabupaten Sumbawa dan Manggarai Hadapi Perubahan Iklim<\/a> muncul pertama kali pada <a href=\"https:\/\/plan-international.or.id\/id\/\">Rencana Internasional<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan iklim telah menjadi ancaman masyarakat global. Peralihan cuaca yang mencolok ini berdampak pada berkurangnya ketersediaan sumber daya air, meningkatnya pencemaran air, sanitasi, dan memperparah polusi. Hampir semua lapisan masyarakat&#8230;<\/p>","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2604","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-impact-news"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}