{"id":2131,"date":"2024-03-21T08:19:54","date_gmt":"2024-03-21T08:19:54","guid":{"rendered":"https:\/\/berdayahub.com\/forests-and-innovation-commemorating-the-international-day-of-forests\/"},"modified":"2024-03-21T08:19:54","modified_gmt":"2024-03-21T08:19:54","slug":"forests-and-innovation-commemorating-the-international-day-of-forests","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/forests-and-innovation-commemorating-the-international-day-of-forests\/","title":{"rendered":"Hutan dan Inovasi: Memperingati Hari Hutan Internasional"},"content":{"rendered":"<p><span>Pada tanggal 21 Maret 2024, masyarakat global memperingati hutan dunia dalam kerangka \u201cHutan dan Inovasi: Solusi Baru untuk Dunia yang Lebih Baik.\u201d Kebutuhan untuk mempercepat inovasi bagi ekosistem hutan tidak pernah lebih mendesak daripada saat ini. Hutan memegang nilai sebagai landasan kehidupan di bumi; namun, tantangan signifikan terus ada yang membahayakan keberlanjutannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Laporan tahun 2023 oleh The Forest Declaration Assessment\u00b9 menyatakan bahwa deforestasi bruto di seluruh dunia pada tahun 2022 mencapai 6,6 juta hektar, seperlima lebih besar dari angka dasar yang dibutuhkan untuk menghentikan deforestasi pada tahun 2030. Jika melihat tingkat yang mengkhawatirkan ini, hal tersebut membahayakan 80% keanekaragaman hayati daratan\u00b2, memicu kemunduran sosial ekonomi, dan mengancam banyak nyawa yang tak ternilai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Terkait dengan masalah mendesak ini, Organisasi Pangan dan Pertanian serta Badan Kehutanan Federal Rusia akan melakukan studi ilmiah dan praktis. <\/span><a href=\"https:\/\/www.fao.org\/europe\/events\/detail\/conference--forests-and-innovation.-new-solutions-for-a-better-world\/en\"><span>konferensi<\/span><\/a><span>Konferensi ini terutama akan menyoroti digitalisasi sektor kehutanan, kecerdasan buatan (AI), dan bioteknologi dalam kehutanan, serta pendekatan canggih untuk restorasi hutan, yang semuanya merupakan kemajuan teknologi baru.<\/span><\/p>\n<p><span>Untuk menguraikan salah satu inovasi yang menonjol, pengembangan dan penerapan AI telah berkembang pesat ke banyak sektor, termasuk pengelolaan hutan dan silvikultur. Dengan bantuan pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam, AI memulai salah satu implementasi awalnya untuk digunakan dalam penalaran berbasis aturan untuk mengidentifikasi spesies pohon dan gangguannya\u00b3.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Saat ini, AI telah banyak digunakan dalam membantu pemantauan hutan dan penilaian penginderaan jarak jauh, memperkirakan produktivitas hutan dari model pertumbuhan dan hasil (misalnya, MATRIX oleh FACAI dan FAO), mengurangi kebakaran hutan, melestarikan keanekaragaman hayati (misalnya, kamera perangkap bertenaga AI), mengevaluasi stok karbon, dan memetakan hutan adat serta tanah adat. <\/span><span>Lebih jauh lagi, penerapan disiplin ilmu lain telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan inovasi kehutanan. Bioteknologi telah mengarahkan kehutanan modern menuju cara pemuliaan dan produksi yang sangat efisien dan produktif\u2074.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Selain itu, sektor kebijakan telah secara proaktif menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat solusi berbasis alam melalui restorasi hutan. Contoh utamanya adalah pembayaran untuk layanan ekosistem (PES), instrumen pemerintah yang telah terbukti efektif dalam mendorong pengelolaan hutan dan habitat alam lainnya yang berkelanjutan\u2075. <\/span><span>Khususnya di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah melakukan inovasi dengan meluncurkan tiga sistem informasi yang mendigitalkan akuntansi hasil hutan, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) online, dan legalitas kayu\u2076. Bursa Efek Indonesia (<\/span><span>Bursa Efek Indonesia<\/span><span>\/BEI) juga telah mengembangkan mekanisme pertukaran karbon resmi yang disebut Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) untuk mendukung Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC) negara ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>Lebih jauh, pembangunan IKN Nusantara, ibu kota baru Indonesia, menunjukkan gagasan \u201ckota hutan cerdas lestari.\u201d Tujuannya adalah mencapai lebih dari 75% tutupan hijau dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip seperti nol deforestasi, konservasi keanekaragaman hayati, dan pengelolaan hutan lestari. Pembangunan ini juga menekankan peningkatan stok karbon, keterlibatan masyarakat, dan pengelolaan pemanfaatan lahan yang lebih baik.<\/span><span>7<\/span><span>.<\/span><\/p>\n<p><span>IKN Nusantara berkomitmen untuk mendorong pengembangan kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan melalui integrasi berbagai teknologi. Teknologi tersebut meliputi teknologi kota cerdas yang mendasar, seperti jaringan telekomunikasi, pusat data, dan langkah-langkah keamanan siber. Teknologi pendukungnya meliputi Internet of Things (IoT), mobil tanpa pengemudi, dan kendaraan udara perkotaan (UAV). Selain itu, IKN Nusantara menggunakan teknologi komputasi kota cerdas seperti Kecerdasan Buatan (AI), simulasi kembaran digital, dan teknologi biometrik untuk meningkatkan upaya keberlanjutannya.<\/span><span>8<\/span><span>.<\/span><\/p>\n<p><span>Sebagai kesimpulan, inisiatif-inisiatif ini telah semakin meningkatkan tolok ukur inovasi masa depan di sektor kehutanan. Meskipun banyak pihak telah menjadi yang terdepan dalam kemajuan kehutanan, para inovator sangat dianjurkan untuk mempertimbangkan masalah etika terkait dengan kegunaan teknologi. Mengingat hal ini, meskipun intervensi modern dalam kehutanan harus selalu berusaha untuk bersifat universal dan praktis, intervensi tersebut terutama harus didasarkan pada alasan moral.<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><span>Referensi:\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span>1 Liang J dan Gadow KV. 2023. Aplikasi Kecerdasan Buatan dalam Penelitian dan Pengelolaan Hutan.<br \/>\n<\/span><span>2 WWF. 2023. Laporan Jalur Hutan 2023.<br \/>\n<\/span><span>3 Haupt F, Matson D, Rynearson A, Long G. 2023. Keluar Jalur dan Tertinggal: Melacak Kemajuan pada Tujuan Hutan 2030 oleh Penilaian Deklarasi Hutan.<br \/>\n<\/span><span>4 Niu S, Ding J, Xu C, Wang J. 2023. Kehutanan modern dan masa depan berbasis bioteknologi. <\/span><span>Pertanian Modern<\/span><span>: 1(1): 27-33.<br \/>\n<\/span><span>5 Tedesco Pagi <\/span><span>dan lain-lain<\/span><span>2022. Peran mekanisme insentif dalam mendorong restorasi hutan. <\/span><span>Phil Trans R Soc B 378: 20210088.<br \/>\n<\/span><span>6 CIFOR-ICRAF. (2022). Kehutanan 4.0: Inovasi Teknologi pada Sektor Kehutanan. <\/span><a href=\"https:\/\/forestsnews.cifor.org\/76453\/kehutanan-4-0-inovasi-teknologi-pada-sektor-kehutanan?fnl=\"><span>https:\/\/forestsnews.cifor.org\/76453\/kehutanan-4-0-inovasi-teknologi-pada-sektor-kehutanan?fnl=<\/span><\/a><span><br \/>\n<\/span><span>7 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). (2023). Cetak Biru Kota Cerdas Nusantara. <\/span><a href=\"https:\/\/www.ikn.go.id\/storage\/thd\/blueprint\/cetak_biru_kota_cerdas_nusantara.pdf\"><span>https:\/\/www.ikn.go.id\/storage\/thd\/blueprint\/cetak_biru_kota_cerdas_nusantara.pdf<\/span><\/a><span><br \/>\n<\/span><span>8 Lampiran Salinan Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 63 Tahun 2022 Bab III (Prinsip Dasar Pembangunan Ibu Kota Nusantara) tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara. <\/span><a href=\"https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Download\/201663\/3.%20Lampiran%20Salinan%20Perpres%20Nomor%2063%20Tahun%202022%20(BAB%20II).pdf\"><span>https:\/\/peraturan.bpk.go.id\/Download\/201663\/3.%20Lampiran%20Salinan%20Perpres%20Nomor%2063%20Tahun%202022%20(BAB%20II).pdf<\/span><\/a><span>\u00a0<\/span><\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<h5><strong>Ditulis oleh:\u00a0<\/strong><\/h5>\n<h5><span>Ilham Setiawan Nur (Petugas Program EAFOR)\u00a0<\/span><\/h5>\n<h5><span>Michael Hutahaean (Petugas Program)<\/span><\/h5>\n<h5><strong>Diedit oleh:\u00a0<\/strong><\/h5>\n<h5><span>Chelsea Patricia (Pejabat Akademik)<\/span><\/h5>\n<p>Pos <a href=\"https:\/\/rdi.or.id\/article-blog\/forests-and-innovation-commemorating-the-international-day-of-forests\/\">Hutan dan Inovasi: Memperingati Hari Hutan Internasional<\/a> muncul pertama kali pada <a href=\"https:\/\/rdi.or.id\/\">Inisiatif Pengembangan Ketahanan<\/a>.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>On March 21st, 2024, the global community commemorates the world\u2019s forests within the framework of \u201cForests and Innovation: New Solutions for a Better World.\u201d The need to accelerate innovation for&#8230;<\/p>","protected":false},"author":0,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"class_list":["post-2131","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-impact-news"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2131"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2131\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/berdayahub.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}